Recent post
Archive for November 2013
KISAH INSPIRASI dari Pelari DEREK REDMOND
Pelari yang mendapat standing Ovation 65rb penonton
Olimpiade Barcelona, 1992
Derek Redmond, pelari asal Inggris, mantan pemegang rekor lari 400 meter, menjadi unggulan pada semifinal nomor lari 400 meter hari itu.
Kemudian, bencana terjadi 250 meter menjelang
finish.
Otot hamstring-nya robek, hal yang paling ditakuti
sekaligus paling menyakitkan bagi atlet olahraga
manapun. Redmond terjatuh, kesakitan...
Mimpinya untuk meraih emas untuk negerinya,
musnah..., mengalirkan butiran air dari kelopak
matanya, dengan penuh penyesalan dan
kesakitan.
Petugas medis dengan tandu bergegas
menghampiri, mencoba mengobati penyesalan
dan sakit pemuda 27 tahun itu. Saat itulah,
Redmond tahu, apa yang harus dilakukannya. Tak
menghiraukan sakit yang merobek-robek otot
kakinya, dia berdiri, berlari dengan pincang,
menyusuri lintasan hingga finish.
Tiba-tiba, pria berbadan besar masuk ke lintasan,
melewati kerumunan, menerobos penjagaan
security. Pria itu adalah sang ayah. Sambil berlari
dan merangkul putranya yang menangis, dia
berkata "Kau tak perlu melakukan hal ini. Kau
sudah berusaha...".
"Aku akan menyelesaikannya."Redmond
memutuskan.
"Baiklah," jawab ayahnya, "kita akan
menyelesaikannya... bersama!"
Sang ayah melingkarkan lengannya pada tubuh
anaknya yang bercucuran peluh dan airmata, dan
menolongnya menyusuri lintasan penderitaan
yang masih tersisa.
Sang anak menangis memeluk ayahnya, lebih
kepada tangisan kasih sayang pada sang ayah,
bukan menangis karena siksaan di kakinya.
Petugas medis terus berusaha membujuk
Redmond agar berhenti, sang ayah membela
anaknya yang masih menangis di pelukannya.
"Biarkan dia menyelesaikannya!" sang ayah
menjawab lantang.
Dan tak jauh dari garis finish, sang ayah
membiarkan anaknya berlari, dan mengakhiri
lomba.
Kegigihan Derek memukau penonton saat itu.
65.000 penonton melakukan standing ovation
pada saat ia memasuki garis finish.
Derek kalah dari lomba, namun ia memenangkan
hati penonton.
Dia mengalahkan rasa sakitnya, dan
memenangkan lomba untuk dirinya sendiri.
dan, pria yang mendukung sepenuhnya aksi Derek
itu adalah ayahandanya,
Jim Redmond.
Derek Redmond memang tidak mencapai tempat
pertama, tapi dia memutuskan untuk
menyelesaikan lombanya! Tanpa menghiraukan
sakit, tanpa menghiraukan air mata yang
merintangi jalannya, dia memutuskan melakukan
yang terbaik yang dia bisa. Didukung oleh cinta
yang sangat kuat, oleh seorang ayah yang
membangkitkannya ketika dia terjatuh.
Apa yang membuat ayahnya melakukan hal
ini? ...meninggalkan kerumunan, dan menemui
putranya di lintasan? Ada rasa sakit di wajah
putranya, putranya yang terluka... tapi tetap ingin
menyelesaikan lomba. Jadi dia datang untuk
menolong putranya untuk menyelesaikannya.
Tuhan pun seperti itu. Ketika kita terluka dan
berjuang hingga akhir, Dia datang dan menolong
kita.
Bagaimana dengan kalian? Bagaimana dengan
lomba kalian? Apakah kalian sedang terluka?
Apakah kalian hampir putus asa?
Tuhan ingin kalian menyelesaikannya dengan
kuat... karena Dia mencintai kalian. Apakah
kalian ingin membuka hati kalian untuk-Nya?
Kata yg menginspirasi : "when you don't give up, you cannot fail."
catatan terakhir:
kisah ini pun menjadi cerita yang terus dikenang
dalam sejarah Olimpiade, dan menjadi salah satu
dari "Clebrate of Humanity" dari Komite Olimpiade
Internasional
bagi yang belum lihat videonya klik di http://
www.youtube.com/watch?v=kZlXWp6vFdE